MENJELAJAH BANDUNG ABAD KE 18 BERSAMA KEUKEN VAN ELSJE, DUTCH RESTORAN
Pertama kali sampai di area parkir, saya langsung menyapukan pandangan ke bangunan rumah bergaya Belanda kuno itu. Begitu menjejakkan kaki di pintu utama restoran bergaya klasik ini, suasana homey dan cozy langsung terasa. Staf yang bertugas juga dengan sigap dan ramah menyambut saya. Sejak beberapa menit pertama masuk ke dalam Dutch restoran ini, saya sudah mendapat firasat bahwa ini enggak bakal jadi kunjungan terakhir saya ke tempat ini. Artinya, akan ada kunjungan kedua, ketiga, dan sampai saya kesulitan untuk menghitungnya, hahahaha.
Saya begitu terpukau saat melewati bagian demi bagian rumah yang sudah berdiri sejak abad ke-18 itu. Meja kasir yang berada dekat dengan pintu masuk enggak kalah mencuri perhatian saya. Usut punya usut, ternyata meja kasir tersebut merupakan box bayi yang dulu digunakan oleh keluarga pemilik rumah. Ini semakin menarik, pikir saya kala itu.
Benar saja, dekorasi dan perabotan yang ada di dalamnya enggak kalah unik dan menarik. Bahkan mampu menghadirkan suasana tempo dulu. Bagaimana enggak jika di dalamnya terdapat mesin jahit, radio zaman dulu, lampu gantung, buku-buku berbahasa belanda yang tetap bertahan melewati tahun demi tahun sejak pertama kali dicetak, hingga pernak pernik dan mainan yang ditata sedemikian rupa di dalam lemari-lemari kaca. Di kunjungan pertama saya memilih duduk di ruang tengah, dekat dengan mesin jahit klasik. Interior di ruangan itu membuat saya jatuh hati.
Interior yang disuguhkan oleh Keuken Van Elsje benar-benar bisa memanjakan Dentinger's yang suka dengan hal-hal berbau vintage. Setiap sudutnya membuat kita seperti memasuki mesin waktu dan kembali ke era abad 18. Terdapat beberapa area yang bisa dijadikan spot foto yang instagramable, salah satunya cerimin bulat yang berada di depan perapian. Sttttttttt, beberapa kali kembali ke tempat ini, saya enggak pernah absen foto di cermin itu.
Selain interior yang sukses menghadirkan kembali nuansa tempo dulu, menu-menu yang disediakan di Keuken Van Elsje seolah menerbangkan kita ke era kekuasaan bangsa Belanda zaman dulu. Pasalnya, semua menu di sini merupakan hidangan khas Natherland, Belanda. Salah satu menu primadona di tempat ini adalah bitterbalen. Sayang, dua kali ke tempat ini, tapi belum juga berjodoh dengan kudapan yang konon katanya lezat dan memiliki cita rasa khas Keuken Van Elsje.
Namun, itu bukan masalah besar karena makanan lainnya enggak kalah lezat. Jangan ragukan soal rasa apalagi masakan yang berbahan keju, sudah pasti nilai rasa hidangannya nyaris menyentuh nilai sempurna. Satu hal PR terbesar bagi saya tiap kali akan memesan makanan di Keuken Van Elsje, yaitu kesulitan memahami makanannya karena enggak terdapat foto makanannya di dalam buku menu, serta nama-nama hidangan khas Belanda yang enggak familiar bagi saya. Namun, Dentinger's enggak perlu khawatir, staff di sana akan dengan senang hati membantu mendeskripsikan menu-menu tersebut.
Saya adalah manusia visual, jadi saya menggunakan teknik gabungan antara meminta bantuan mesin pencarian google dan bertanya pada staff untuk membantu saat memesan makanan. Sejauh ini, makanan yang saya pesan selalu berhasil memuaskan indera perasa dan perut saya.
Menakjubkannya lagi, selesai menikmati hidangan dengan cita rasa yang memukau, staff akan menghampiri untuk menanyakan rasa makanannya. Mereka siap dengan segala penilaian jujur pelanggan dan ini merupakan nilai tambah tersendiri bagi saya. Kenapa? Karena itu menunjukan mereka enggak main-main dengan kualitas rasa dari hidangan yang mereka sajikan. Pun membuktikan bahwa mereka mengutamakan kepuasan tamu-tamu penikmat masakan Keuken Van Elsje yang legendaris.
Bagi Dentinger's yang ingin mencicipi menu-menu legendaris di Keuken Van Elsje, bisa langsung ke jalan Buton No. 11, Veteran, Bandung.














Komentar
Posting Komentar